Dowload Efaktur versi 2.1 dan Cara Updatenya

Dowload Efaktur versi 2.1 dan Cara Updatenya

Beberapa waktu yang lalu Direktorat Jenderal Pajak resmi mengeluarkan update efaktur menjadi versi 2.1. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbaiki bugs dan menambah fitur sesuai kebutuhan yang berkembang saat ini. Secara default, aplikasi efaktur akan melakukan update aplikasi secara otomatis ketika dibuka apabila komputer / laptop rekan terhubung dengan internet. Namun karena beberapa hal, update otomatis bisa gagal terlaksana. Apabila hal tersebut terjadi rekan bisa melakukan update secara manual berikut ini.

Dowload Efaktur versi 2.1 dan Cara Updatenya

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah download aplikasi efaktur versi 2.1 melalui web resmi DJP atau bisa juga melalui link dibawah ini
Setelah file tersebut berhasil di download, langkah berikutnya adalah menjalankan aplikasi yang sudah kita download tadi lalu klik extract.



Setelah extract berhasil, maka akan muncul folder efaktur versi 2.1

Buka folder efaktur yang lama, lalu copy folder backup dan db ke folder aplikasi efaktur 2.1 yang sudah kita extract. Aplikasi efaktur versi 2.1 sudah selesai di update dan silahkan jalankan etaxinvoice.exe di folder efaktur versi 2.1 yang baru.



Perbaikan dan Penambahan Fitur yang Ada pada Efaktur versi 2.1

  1. Perbaikan pada aplikasi e-faktur untuk menyelesaikan beberapa permasalahan seperti gagal impor faktur dari cabang, gagal cetak faktur melalui client,
  2. Penambahan field untuk memasukkan NIK dalam hal lawan transaksi tidak memiliki NPWP
  3. Penambahan fungsi ekspor dari Retur Dokumen Lain Pajak Keluaran dan Retur Dokumen Lain Pajak Masukan

Baca selengkapnya »
Solusi PPh Final Tidak Muncul di ESPT PPh Badan

Solusi PPh Final Tidak Muncul di ESPT PPh Badan

PPh Final seharusnya ditulis dan dijumlahkan di lampiran IV formulir SPT Tahunan PPh Badan 1771 bagian A. Namun bagi beberapa kasus pengguna aplikasi ESPT Tahunan PPh Badan, pph final PP46 yang dimasukkan tidak muncul padahal sudah dimasukkan ke nomor 14 untuk jenis penghasilan lain-lain. Berikut adalah solusi yang bisa dicoba untuk mengatasi PPh Final tidak muncul di espt tahunan PPh Badan.

PPh Final terutang tidak muncul

Solusi PPh Final Tidak Muncul di ESPT PPh Badan

Penyebab:

Yang paling sering kami temui bahwa penyebab PPh Finalt tersebut tidak muncul adalah akibat instalasi aplikasi espt tahunan badan yang tidak sempurna. Perlu diketahui bahwa installer espt badan saat ini terdiri dari 3 (tiga) bagian. Biasanya banyak rekan yang hanya melakukan instalasi espt menggunakan instalasi terakhir saja (eSPT Tahunan PPh Badan 2010  versi 1.2).

Solusi:

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, aplikasi espt pph badan perlu diinstal secara berurutan mengunakan versi 1 terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan install update.

Dibawah ini kami telah menyediakan installer versi lengkap. Cara installnya cukup mudah, yaitu dengan melakukan instalasi program yang telah kami rename menjadi angka 1 s.d. 3. Instalasi dimulai dengan menginstal program 1, setelah selesai lanjutkan dengan nomor 2, lalu terakhir install nomor 3.
File installer espt PPh Badan

Download installer ESPT Badan


Bagaimana bagi rekan yang sudah terlanjur mengisi SPT Tahunan dan isiannya juga banyak. Tentu akan cukup merepotkan apabila harus mengisi ulang SPT Tahunan Badan tersebut.

Untuk jaga-jaga, sebaiknya rekan melakukan backup database terlebih dahulu. Lokasi penyimpanan database terletak di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database. Copy database ke tempat lain terlebih dahulu sebelum melakukan instalasi ulang. Setelah instalasi ulang selesai dilakukan baru kemudian database tersebut dikembalikan lagi ke folder semula.

Apabila kesulitan dalam memindahkan database, rekan bisa coba mengikuti cara di bawah ini

Cara Menambah Database ESPT PPh Badan


Baca selengkapnya »
Cara membuat File CSV SPT Tahunan PPh Badan

Cara membuat File CSV SPT Tahunan PPh Badan

E-SPT Tahunan PPh Badan adalah sebuah aplikasi perpajakan yang digunakan untuk membuat laporan SPT Tahunan. Melalui aplikasi tersebut juga penghitungan pajak akan dilakukan secara otomatis. Setelah semua inputan kita lakukan langkah selanjutnya adalah mencetak Formulir SPT Tahunan dan membuat file csv untuk  dilaporkan ke KPP Pratama atau secara online melalui djponline. Untuk tutorial pembuatan file csv bisa rekan-rekan lihat contoh tutorial di bawah ini.


Cara membuat File CSV SPT Tahunan Badan


1. Pastikan semua lampiran I -VI SPT telah dibuka dan diisi apabila terdapat data
2. Klik menu SPT Tools



3. Pilih lapor Data SPT ke KPP


4. Klik Tampilkan Data
5. Lalu centang kotak di bagian Masa SPT Tahunan yang ingin disampaikan


6. Pilih lokasi penyimpanan file csv yang diinginkan. Pada contoh ini saya menaruh foldernya di drive g
7. Tekan create file untuk membuat file CSV SPT Tahunan PPh Badan


Tampilan file CSV seperti gambar dibawah ini.

File csv ini disampaikan bersama cetakan formulir induk SPT beserta lampirannya ditambah dengan laporan keuangan (neraca dan laba rugi) yang telah ditandatangin dan dicap. Khusus untuk lampiran yang tidak terdapat pada hasil cetakan espt, lampiran tesebut di scan dalam satu file dengan format pdf.

Pelaporan SPT ini bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu:
1. Menyampaikan langsung ke KPP Pratama terdaftar
2. Menyampaikan secara online melalui djponline.

Mudah-mudahan tutorial singkat mengenai Cara membuat file csv SPT Tahunan PPh Badan ini bermanfaat dan mudah dimengerti.
Baca selengkapnya »
Cara Menyimpan ESPT Tahunan Badan dalam bentuk File

Cara Menyimpan ESPT Tahunan Badan dalam bentuk File

Penggunaan ESPT Badan bisa mempermudah rekan Wajib Pajak dalam mengisi SPT Tahunan. Hal tersebut karena dengan kemampuan aplikasi menyimpan dan menghitung sendiri PPh terutang. Ditambah lagi dengan kemampuan mencetak SPT Tahunan secara langsung melalui aplikasi. Namun terkadang ada beberapa rekan yang mengerjakan pengisian ESPT tahunan di perangkat yang tidak memiliki sambungan printer dan harus memindahkan file SPT ke komputer lain untuk mencetaknya. Namun sayangnya secara default aplikasi ESPT Tahunan Badan ini tidak dilengkapi dengan fitur cetak ke file pdf atau semacamnya. Untuk itu, berikut kami coba berikan beberapa solusi tentang Cara Menyimpan ESPT Tahunan Badan dalam bentuk File.

Cara Menyimpan ESPT Tahunan Badan dalam bentuk File

Cara #1 Install Program PDF Writer

Untuk windows 10 terbaru, program save to pdf sudah menjadi bawaan secara default. Jadi tidak perlu install program pdf writer.

Microsoft Print to PDF

Bagi rekan yang belum memiliki program pdf writer ini, rekan bisa mendownload salah satu dari banyak program pdf writer gratisan yang tersedia. Salah satu yang cukup populer adalah cutepdf. 

Cara #2 Menggunakan XPS Document Writer

XPS merupakan singkatan dari XML Paper Specification sebuah format dokumen baru yang pada bulan Juni 2009 telah diakui dan resmi menjadi Open Standard. Yang berarti, XPS akan menjadi standar umum dan diakui secara internasional, sehingga akan dapa digunakan oleh banyak pengembang aplikasi komputer dan juga pengguna-nya.

XPS writer ini sudah secara default menjadi program bawaan dari produk Sistem Operasi Windows. Jadi bagi rekan yang tidak memiliki pdf writer bisa menggunakan XPS writer ini sebagai alternatif yang praktis.

Caranya sama dengan print to pdf, ketika print, pilih printernya menjadi XPS document writer.


Setelah memilih printer, jangan lupa setting preference (pengaturan kertas menjadi folio) supaya hasil printnya tidak ada yang terpotong-potong
Baca selengkapnya »
Penjelasan Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final

Penjelasan Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final

Secara sederhana PPh Final dapat diartikan penghasilan yang dikenakan dengan tarif tertentu (final). Penghasilan yang sudah dikenakan pph final ini tetap dilaporkan di SPT Tahunan namun tidak digabung dengan penghasilan untuk penghitungan pph terutang. PPh Final ini bisa dipotong oleh pihak lain seperti bungan bank / deposito maupun yang dibayar sendiri seperti Pajak Penghasilan atas penjualan tanah dan atau bangunan.

Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) Final

Pengenaan PPh secara final mengandung arti bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh akan dikenakan PPh dengan tarif tertentu dan dasar pengenaan pajak tertentu pada saat penghasilan tersebut diterima atau diperoleh. 
Penghasilan dari PPh yang sudah dipotong tersebut tidak digabung lagi dengan penghasilan neto sebagai dasar pengenaan pajak dan pajak yang sudah dibayar tersebut tidak bisa menjadi kredit pajak.
Pertimbangan atas diberlakukannya PPh Final antara lain karena perlu adanya dorongan dalam rangka perkembangan investasi dan tabungan masyarakat, kesederhanaan dalam pemungutan pajak, mengurangi beban administrasi perpajakan baik bagi Wajib Pajak maupun bagi Direktorat Jenderal Pajak.

Jenis Penghasilan yang dikenakan Pajak Penghasilan Final (PPh Final) 

Berikut adalah beberapa jenis penghasilan yang dikenakan PPh Final sebagai berikut:
  1. Bunga deposito/tabungan dan diskonto Sertifikat Bank Indonesia/Surat Berharga Negara;
  2. Bunga/diskonto obligasi;
  3. Penghasilan penjualan saham yang diperdagangkan di bursa efek;
  4. Penghasilan penjualan saham milik perusahaan modal ventura;
  5. Penghasilan Usaha Penyalur/Dealer/Agen Produk BBM;
  6. Penghasilan Pengalihan Hak atas Tanah/Bangunan;
  7. Penghasilan Persewaan atas Tanah/Bangunan;
  8. Imbalan Jasa Konstruksi;
  9. Perwakilan Dagang Asing;
  10. Pelayaran/Penerbangan Asing;
  11. Pelayaran Dalam Negeri;
  12. Penilaian Kembali Aktiva Tetap;
  13. Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu

Perbedaan antara PPh Final dan Tidak Final

Berikut adalah perbedaan mendasar atanara PPh Final (bersifat final) dan tidak final:

  1. Dasar pengenaan pajak penghasilan dihitung dari penghasilan bruto dikurangi dengan biaya-biaya untuk memperolehm menagih dan memelihara atau bisa juga disebut dengan penghasilan netto. Sedangkan untuk PPh Final, dasar penghitungannya adalah penghasilan bruto tanpa dikurangi biaya-biaya
  2. Tarif Pajak PPh final dikenakan dengan tarif umum progresif sesuai pasal 17 Undang-undang PPh. Sedangkan PPh Final dikenakan tarif tertentu yang diatur dengan peraturan pemerintah atau keputusan menteri. Contohnya adalah tarif PPh Final PP46 sebesar 1% dari penghasilan bruto
  3. PPh Final yang sudah dipotong oleh pihak lain tidak dapat menjadi kredit pajak pada SPT Tahunan
  4. Penghasilan yang sudah dikenakan PPh Final tidak perlu digabung dengan penghasilan yang dikenakan tarif umum dalam SPT Tahunan

Dasar Hukum


  1. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, dan Pasal 19
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1995
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2013
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2008
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 s.t.t.d. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2009
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 s.t.t.d. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 s.t.t.d. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2008
  10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2009
  11. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013
  12. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 250/KMK.04/1995
  13. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51/KMK.04/2001
  14. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.04/1997
  15. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 634/KMK.04/1994
  16. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 635/KMK.04/1994 s.t.d.t.d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK.03/2008
  17. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 417/KMK.04/1996
  18. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 416/KMK.04/1996
  19. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 475/KMK.04/1996
  20. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK.03/2002
  21. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 543/KMK.03/2002
  22. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.03/2008
  23. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK.03/2009
  24. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85/PMK.03/2011 s.t.d.t.d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 07/PMK.11/2012
  25. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 63/PMK.03/2008
  26. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.03/2010 s.t.d.t.d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.011/2013
  27. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/PMK.011/2013
  28. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor 667 Tahun 2001
  29. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 28 Tahun 2009
  30. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 32 Tahun 2013


Baca selengkapnya »
Solusi CSV dan Database ESPT Badan Kosong atau Tidak Terbaca Ketika Di Export

Solusi CSV dan Database ESPT Badan Kosong atau Tidak Terbaca Ketika Di Export

Saat ini sudah banyak Wajib Pajak Badan yang sudah harus membuat SPT Tahunannya menggunakan E-SPT. Untuk melaporkannya rekan Wajib Pajak perlu membuat file "CSV" dari aplikasi tersebut dan menyerahkannya ke KPP terdaftar beserta dengan hardcopy SPT Tahunan yang telah dicetak, ditandatangi dan diberi cap perusahaan. Namun ada beberapa rekan Kami yang file CSVnya gagal dibaca oleh sistem ketika dilaporkan ke KPP. Begitu pula setelah file databasenya dicopy ke komputer yang lain dan ketika dibuka SPT tahunan yang telah dibuat hilang. Hal tersebut tentu saja dapat menimbulkan kepanikan apalagi data yang diinput sudah banyak.

Penyebab CSV dan Database ESPT Badan Tidak Terbaca

Sistem Operasi Windows memiliki fitur User Account Control (UAC) yang memungkinkan aplikasi dijalankan secara terbatas walaupun oleh user administrator sekalipun. Jadi bagi komputer / laptop yang fitur UACnya cukup ketat membuat aplikasi tidak bisa leluasa mengakses lokasi file di program files. Sehingga file database yang kita buat akan ditulis didalam virtualstore.

Solusi CSV dan Database ESPT Badan Kosong atau Tidak Terbaca Ketika Di Export

Cara #1 Atur Setting User Account Control (UAC)

Untuk Windows7 atau Windows Vista, sebelum melakukan proses install sebaiknya diubah terlebih dahulu setting User Account Controlnya (agar database tidak tersimpan di virtual store). Caranya:
  • pilih control panel;
  • pilih User Accounts;
  • pilih Change User Account Control Settings;
  • Geser ke never notify lalu klik OK.

Cara #2 Run As Administrator

Bagi sebagian komputer cara seperti ini bisa berhasil. Namun SPT yang sebelumnya telah dibuat menjadi hilang. Hal ini disebabkan SPT yang telah dibuat sebelumnya ada di virtualstore. 

Cara #3 Memindahkan File Database di Virtualstore

Bagi rekan yang isian SPTnya tidak banyak, sebaiknya lakukan instalasi ulang dengan menggunakan cara nomor 1 diatas. Namun bagi rekan yang sudah terlanjur mengisi SPT dengan data yang banyak, rekan bisa memindahkan database yang ada di virtual store untuk diakses dari komputer lain atau dikomputer yang sama dan Aplikasi espt sudah diinstall ulang dengan settingan UAC seperti pada nomor 2.

Lokasi VirtualStore

Lokasi defaultnya adalah C:\Users\Nama User\AppData\Local\virtualstore\Program Files (x86)\djp\eSPT 1771 2010\Database  untuk windows 64 bit atau di C:\Users\Nama User\AppData\Local\virtualstore\Program Files\djp\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 32bit.
Dengan Nama User sesuai dengan nama komputer yang rekan gunakan. 

atau bisa juga dengan cara:

ketik run pada menu pencarian windows lalu tekan enter
pilih salah satu kode dibawah ini sesuai dengan bit windows lalu paste kode dibawah ini kedalam kotak run lalu tekan enter

"%localappdata%\virtualstore\program files\djp\"
"%localappdata%\virtualstore\program files (x86)\djp\"


contoh cara menjalankan command run pada windows 7


Baca selengkapnya »
Solusi DJP online npwp sudah terdaftar Sewaktu Melakukan Registrasi efiling

Solusi DJP online npwp sudah terdaftar Sewaktu Melakukan Registrasi efiling

Mungkin ada rekan Wajib Pajak ketika ingin melakukan pendaftaran atau registrasi efling melalui web djp online muncul pesan kesalahan:REG008 DJP Online Sudah terdaftar. Penyebab utamanya adalah npwp tersebut sudah pernah didaftarkan akun djponlinenya. Cukup wajar sebenarnya banyak rekan yang lupa terhadap hal tersebut karena pelaporan spt tahunan hanya dilakukan sekali dalam setahun. Namun tidak perlu kuatir, kami sudah menyiapkan beberapa solusi yang diharapkan bisa membantu.




Solusi DJP online npwp sudah terdaftar Sewaktu Melakukan Registrasi efiling

Yang Wajib harus rekan miliki adalah mengetahui nomor efin (Electronic Filing Identification Number adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik di antaranya adalah e-Filing pajak). Apabila lupa efin, rekan bisa melakukan permintaan nomor tersebut dengan beberapa caria Yaitu bisa datang secara langsung ke Kantor Pajak atau melakukan permintaan efin secara online melalui kring pajak (
https://twitter.com/kring_pajak atau telepon 1500 200.)

Lakukan Reset Password Akun DJP Online

Setelah rekan mendapatkan efin, langkah selanjutnya adalah melakukan reset password akun DJP Online melalui menu reset password



  • Masukkan 15 angka nomor NPWP tanpa tanda titik dan strip
  • masukkan 10 angka efin
  • ketikkan kode keamanan sesuai gambar yang muncul
  • klik submit



Bagaimana kalau rekan lupa alamat email sewaktu melakukan pendaftaran. Hal tersebut bisa diatasi dengan cara klik tombol lupa email seperti gambar dibawah. Lalu masukkan email baru yang bisa diakses.



Silahkan buka email rekan, dan buka link aktivasi yang dikirim ke email rekan. 

Langkah terakhir adalah mengisi password yang baru. setelah password yang dikehendaki selesai dibuat, silahkan masukkan kode keamanan dan terakhir klik simpan.
Sekarang silahkan kembali login ke djponline menggunakan username 15 angka NPWP dan password yang baru saja di reset.


Baca Juga:

Baca selengkapnya »
Beranda