Cara memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Pada Efaktur

Sejak Efaktur versi 2 resmi digunakan, Drektorat Jenederal Pajak (DJP) melalui siaran pers pada tanggal 30 September 2017 disalah satu poinnya memberikan Himbauan untuk memasukkan NIK atau Pasport Pembeli yang tidak memiliki NPWP bersifat opsional atau pilihan dan dimaksudkan untuk melindungi Pengusaha Kena Pajak Penjual maupun pihak pembeli atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayar oleh pembeli dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Penjual. Mungkin beberapa Wajib Pajak masih belum tahu bagaimana cara memasukkan / input Nomor Induk Kependudukan (NIK) Pada Efaktur.

Cara memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Pada Efaktur

  1. Lakukan rekam faktur seperti biasa
  2. Isi detail transaksi, jenis faktur dan tanggal
  3. Pada isian kolom Referensi Faktur masukkan NIK atau nomor passport bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP
  4. Lanjutkan pengisian efaktur seperti biasa
Cara input NIK pada efaktur
Tempat penginputan NIK pada aplikasi efaktur

Bagaimana Perlakuan Dengan Faktur Pajak Digunggung?

Faktur Pajak sederahana seperti struk yang dibuat oleh supermarket masih bisa digunakan tanpa dibuat melalui aplikasi efaktur. Penjelasannya juga terdapat pada siaran pers DJP tanggal 30 September 2017 pada poin 3 dan 4 seperti disebutkan dibawah ini.

Siaran Pers DJP Nomor : 34/2017
Tanggal : 30 September 2017

  1. Informasi yang beredar di masyarakat terkait aplikasi faktur pajak dengan menyebutkanlink pajak yang bukan dari situs resmi Ditjen Pajak, dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. 
  2. Informasi resmi terkait aplikasi e-faktur versi 2.0 dapat diperoleh di website DJP
  3. Diinformasikan bahwa faktur pajak sederhana, yaitu faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak secara eceran sebagaimana dimaksud Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 (contoh: struk yang dibuat oleh supermarket) masih diperkenankan dibuat sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor Per-58/PJ/2010 tentang Bentuk Dan Ukuran Formulir Serta Tata Cara Pengisian Keterangan Pada Faktur Bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran. Faktur pajak sederhana sebagaimana dimaksud dibuat tidak dengan aplikasi e-faktur.
  4. Sedangkan untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak selain eceran, maka pembuatan faktur pajaknya menggunakan aplikasi e-faktur. 
  5. Fitur penyempurnaan dari aplikasi e-faktur versi 2.0 antara lain Pengusaha Kena Pajak dihimbau untuk memasukkan NIK atau nomor paspor pembeli yang tidak memiliki NPWP. 
  6. Himbauan untuk memasukkan NIK atau Pasport Pembeli yang tidak memiliki NPWP bersifat opsional atau pilihan dan dimaksudkan untuk melindungi Pengusaha Kena Pajak Penjual maupun pihak pembeli atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayar oleh pembeli dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Penjual. 

Cara memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Pada Efaktur