Contoh Faktur Pajak Memiliki Barcode (Tanda Tangan Digital)

Saat ini faktur pajak tidak lagi dibikin secara manual, namun harus menggunakan aplikasi efaktur yang terhubung langsung dengan server Direktorat Jenderal Pajak dan dinamakan dengan faktur pajak elektronik. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat menghilangkan kecurangan melalui pembutanan faktur pajak fiktif. Faktur Pajak Elektronik ini sudah mulai digunakan mulai tahun 2014 untuk Wajib Pajak tertentu dan mulai diterapkan kepada suluruh Wajib Pajak di Indonesia mulai bulan Juli 2016. Berikut adalah contoh Faktur Pajak Elektronik yang memiliki Barcode (tanda tangan digital)

Contoh Faktur Pajak
Contoh Faktur Pajak
Gambar diatas adalah contoh faktur pajak yang Kami buat melalui aplikasi Dummy Efaktur (aplikasi untuk latihan pembuatan faktur pajak elektronik). Faktur pajak yang dibuat dari efaktur tidak perlu ditanda tangani secara manual karena sudah ditandatangani secara elektronik. Untuk mendapatkan tanda tangan elektronik ini, rekan harus membuat sertifikat elektronik terlebih dahulu di KPP Pratama. 

Cara Mengetahui Keaslian Faktur Pajak Elektronik

Barcod (QR Code) yang diberi kota warna merah seperti gambar diatas menyimpan informasi alamat website untuk validasi data faktur. Rekan dapat menggunakan Aplikasi Android yang memiliki fungsi scan barcode. Setelah barcode berhasil di scan, maka akan muncul link halaman website untuk validasi kebenaran data dengan server efaktur Direktorat Jenderal Pajak. Pada alamat yang kita kunjungi tersebut terdapat data faktur seperti identitas pembeli, penjual, nomor faktur, nilai baran dan PPN. Dengan melalukan konfirmasi tersebut, penerima faktur bisa lebih yakin akan keaslian faktur yang diterima.

Kuntungan / Kelebihan Faktur Pajak Elektronik

Bagi penjual:

Dapat menikmati kemudahan antara lain: tanda tangan basah digantikan dengan tanda tangan elektronik, e-Faktur tidak harus dicetak sehingga mengurangi biaya kertas, biaya cetak, dan biaya penyimpanan, aplikasi e-Faktur sekaligus pembuatan SPT Masa PPN dan memperoleh kemudahan dapat meminta nomor seri Faktur Pajak melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga tidak perlu lagi datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Bagi pembeli:

Terlindungi dari penyalahgunaan Faktur Pajak yang tidak sah, karena e-Faktur dilengkapi dengan pengaman berupa QR code yang dapat diverifikasi dengan smartphone/HP tertentu yang beredar di pasar. Sehingga PKP pembeli memperoleh kepastian bahwa PPN yang disetor oleh pembeli datanya telah dilaporkan ke DJP oleh pihak penjual.


Contoh Faktur Pajak Memiliki Barcode (Tanda Tangan Digital)